achoe xstralen
2.1    BAHAN BAKU (BAHAN MENTAH)
Bahan baku adalah merupakan bahan yang secara menyeluruh membentuk produk selesai dan dapat diidentifikasikan secara langsung pada produk yang bersangkutan.
Pengertian bahan baku dapat meluas meliputi juga bahan-bahan yang di gunakan untuk memperlancar proses produksi.bahan baku yang demikian termasuk dalam pengertian bahan baku penolong atau bahan baku pembantu. bahan baku di bedakan atas bahan baku langsung dan bahan baku tidak langsung.bila biaya bahan baku tersebut langsung dibebankan kepada kelompok biaya bahan baku dinamakan bahan baku langsung,sedangkan bila biaya bahan baku dimaksud dibebankan melalui rekening biaya overhead pabrik dinamakan biaya bahan baku tidak langsung.
2.1.1    SIKLUS BAHAN BAKU
Siklus bahan baku melalui tahap-tahap mulai dari tahap pembelian sampai kepada tahap pemenuhan kembali bahan  baku.untuk setiap tahap dikemukakan dokumen yang diperlukan untuk akuntansiny a,kemudian pada bagian apa saja dokumen itu didistribusikan.
Dari sudut akuntansi biaya,siklus bahan baku tersebut ,terdapat tiga tahap pencatatan,yakni  :
1.    mendapatkan bahan baku yang dari penjual atau supplier
2.    permintaan bahan baku dari bagian produksi  kepada bagian gudang bahan baku.
3.    penilaian persediaan bahan baku dan aliran harga pokoknya.
Bahan baku dan faktur pembelian diterima dari penerimaan bahan baku tersebut diatas dilaporan penerimaan barang.bila faktur pembelian ,perintah pembelian,laporan penerimaan barang telah dilengkapi dan cocok angka-angkanya ,maka dibuatlah voucher untuk pembayarannya.dan pada saat itu penerimaan dicatat di buku besar.pada saat jatuh tempo voucher yang telah di setujui untuk di bayar dilakukan pembayarannya dan dicatat.disamping pencatatan (penjurnalan)direkening buku besar,juga dilakukan pencatatan direkening buku pembantu persediaan bahan baku yang dalam hal ini adalah pada “kartu persediaan bahan baku”(pencatatan persediaan system perpetual).biasanya dokumen yang digunakan untuk melakukan pencatatan ini adalah laporan penerimaan barang.
2.1.2    PERMINTAAN PEMBELIAN
Permintaan pembelian adalah pencatatan pertama pada rangkaian akuntansi bahan baku.permintaan pembelian ini digunakan untuk meminta bagian pembelian untuk memesan kemudian membeli bahan baku.saat permintan dan jumlah yang diminta tergantung pada jenis bahan baku dan keadaan.
2.1.3    LAPORAN PENERIMAAN BARANG
Apa bila bahan telah diterima maka bagian penerimaan bahan harus melakukan perhitungan,penimbangan dan ukuran-ukuran lainnya.hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa pembayaran yang dilakukan nantinya hanya untuk bahan-bahan yang betul-betul diterima.banyaknya tembusan laporan penerimaan barang ini  tergantung pada struktur organisasi,biasanya dibuat  4 rangkap masing-masing untuk arsip gudang,bagian akuntansi umum,bagian perencanaan dan pengendalian bahan,dan bagian pembelian.
2.1.4    ELEMEN BIAYA BAHAN BAKU YANG DIBELI
Pada saat bahan diterima  telah dilakukan pencatatan dengan mendebit persediaan bahan baku (pembelian)dan mengkredit hutang dagang (kas),berapa angka yang di cantumkan tergantung pada harga pokok bahan baku yang bersangkutan.untuk menetukan harga pokok bahan baku tresebut harus diketahui elemen-elemem yang membentuk harga pokok bahan baku.menurut prinsip akuntansi yang lazim yang membentuk harga pokok bahan baku adalah harga faktur ditambah semua biaya yang terjadi untuk mendapatkan bahan baku dan menempatkannya dalam keadaan siap untuk diolah.
Umumnya elemen yang membentuk harga pokok bahan baku adalah
1.    jumlah yang tercantum dalam faktur pembelian (antara lain harga beli)
2.    pajak dan cukai
3.    ongkos atau biaya angkut.
2.1.5    MASALAH ONGKOS ANGKUT  PEMBELIAN
Bila ongkos angkut pembelian dimasukan sebagai elemen bahan baku masalah selanjutnya adalah kalau terjadi pembelian lebih dari pada satu jenis bahan baku.jadi terdapat masasalah alokasi ongkos angkut pembelian.dasar alokasi yang sering digunakan adalah :
1.    Perbandingan kuantitas tiap jenis bahan baku yang dibeli.
2.    perrbandingan harga faktur tiap jenis Bahan baku yang dibeli.
2.1.6    MASALAH  POTONGAN PEMBELIAN
Dalam dunia perdagangan sudah menjadi kebiasan penjual menawarkan kepada pembeli sejumlah potongan tunai bila pembeli membayar dalam periode potongan.masalah bagi akuntansi biaya bahan baku adalah ketidakpastian atas diambil atau tidak diambilnya kesempatan potongan pembelian tersebut,untuk mengatasi hal tersebut.terdapat dua cara pencatatan,dimana tiap cara mempunyai dua cara pencatatan.
-    cara pertama dengan langkah sebagai berikut :
1.    mencatat harga faktur kotor (sebelum dikurangi potongan pembelian)pada saat terjadi pembelian tersebut.
2.    mengakui potongan pembelian sebagai pendapatan (income),pada saat pembayar dilakukan pada periode potongan.
-    Cara kedua dengan langkah sebagai berikut
1.    mencatat harga faktur bersih (setelah,dikurangi  potongan pembelian)pada saat terjadi pembelian.
Label: edit post
0 Responses

Poskan Komentar